penari jaipong jatinegara malam itu...part 1


waktu menunjukan pukul 4 sore, aku pun masih tertidur lelah setelah kemarin bersenang-senang di pantai ancol..
namun seketika ku paskakan tubuhku untuk bangun dan bergegas ke wc sambil menyiapkan beberapa peralatan karena tugas fotografi pak indiwan menanti...

jatinegara adalah tujuanku kini, memotret sisi lain dari kehidupan malam di pinggir rel kereta, sebuah pengalaman yang menarik dan sangat kunanti..
setengah lima temanku stella menanti di UKI..lalu kami janjian lagi dengan 3 teman satu kelompok kami di pintu masuk stasiun jatinegara,,

sore itu cukup padat bagiku,,orang-orang mulai banyak yang membuka lapak jualannya,, memang emperan depan stasiun jatinegara terkenal sesalu buka diatas magrib dampai jam 10 malam...
ku parkir si mio dan kami ber5 melangkah ke arah panggung pujaan pria malam si penari jaipong tersebut setelah sebelumnya bertanya pada tukang parkir sekitar

langkah kakiku mulai tersentak getaran setelah tau bahwa kelompok tugas yang sama dalam mata kuliah ini sempat diusir oleh bos penari disana karena tidak memiliki etika dalam pengambilan gambar,namun hati ku mulai menguatkan lagi "berusaha untuk tetap sopan"
mala sebagai ketua kelompok mengultimatumkan agar tidak menyinggung kampus kita dan menggunakan kamus sahid sebagai identitas sementara,,aku stella, adit, achi langsung meng iya kannya,,

menurut tukang parkir yang kami sempat tanya tadi, letak panggung ada dibawah jembatan samping rel kereta, namun tidak satupun kami lihat panggung atau gemerlap-gemerlip dekorasi,,sepanjang jalan itu yang terlihat hanya kios-kios 3 x 4 yang ditutup rapat...mata kami tertuju pada bengkel kecil, dan mulai menanyakan arah pada 2 tukang disana..namun ada yang aneh dari gelagat tukang yang lebih tua, selain tidak ramah, ia pun sepertinya tidak ingin menunjukan dimana panggung itu berada..

kami tidak mendapatkan informasi yang jelas dari kedua tukang tadi, dengan modal nekat lima cewe itu melanjutkan perjalanan, karena arah mulai tidak menentu aku lihat ada mba-mba, lalu aku memberanikan diri untuk bertanya dimana tempat penari-penari itu kumpul, lalu ia menunjukan jarinya pada si ibu berbadan besar yang berdiri disebrangnya sambil berkata"tanya itu aja tuh..dia bosnya"

kesepuluh mata lima cewe ini memindahkan focus pada ibu yg ada disebrang, benar saja sisa sisa kekecewaan akan ketidak sopanan mahasiswa moestopo itu masih ada dan keluar di tiap perkataanya ketika kami mulai menghujaninya dengan pertanyaan,,lalu tak lama kemudian muncul pria yang badannya juga besar,dengan sinis bertanya,"dari moestopo??!!","bukan bang kami dari sahid" kata mala tenang..

0 Response to penari jaipong jatinegara malam itu...part 1

Posting Komentar