oh three rey merahku
hari ini saat batik dikukuhkan sebagai warisan kebudayaan indonesia, aku berusaha mencari alasan agar bisa keluar dan memakai batik, hal ini kusampaikan pula pada mamaku yang saat itu mengiyakan ajakanku, kebetulan adeku meisa sedang berada dijakarta...akhirnya kami pun memutuskan pergi ke pondok indah mall untuk sekedar minum kopi dan nongkrong di coffe shop langganan mamaku,,
seperti biasa siputih dan modemnya harus tetap ikut kemanapun ku pergi, namun sayang sampai detik ini si putih tidak juga memiliki bungkus dan tas yang baik, tertujulah mataku pada tas three rey merah kesayangan
mmm....perlu diketahui umur three rey ini mungkin sudah lebih tua dari umur kucingmu dirumah, bayangkan dibeli saat usiaku beranjak 14 tahun dan sebenarnya itu bukan ditujukan padaku, tas TR (disingkat) ini dibelikan oleh mamaku pada meisa adeku yang pertama, namun karena satu dan lain hal , ia mencampakkan tas ini begitu saja, alhasil ini menjadi kewajibanku untuk memanfaatkan sebaik mungkin TR merah yang sekarang menjadi milikku,,
saat ini TR selau menemaniku kesekolah, tempat les bahkan sekarang kekampus...beberapa bagian TR sudah robek namun tetap terlihat gagah dengan warna merahnya...
kembali lagi pada persiapanku membawa siputih dan modemnya dengan TR, ternyata ini menjadi sebuah perkara buat adeku meisa..ia menyuruhku meninggalkan TR didalam mobil saat sampai di PIM, hati ku gusar , kenapa pernyataan itu muncul dari adeku dan notabene dulu adalah pemilik pertama dari TR tersebut??!!aku kan hanya pewaris yang kebetulan peduli dan memanfaatkan TR ini!!
keadaan semakin meruncing saat berjalan di koridor PIM, meisa membuatku harus pertegas bahwa aku cukup punya percaya diri membawa TR jalan-jalan meskipun ia terlihat sudah bulukan...sampai disuatu toko tas, meisa menyuruhku memilih salah satu tas laptop disana dan akan membelikannya untukku..tergiur sih sebenarnya namun ku tengok lagi ke belakang punggungku , si TR melayu...oh..sungguh ku tidak tega melakukan ini, akhirnya kucoba mencari alasan dengan mengatakan tidak ada yang digemblok semua selempangan, atau dengan membantingkan bentuk tipis TR yang kusuka dengan tas-tas lain yang ada disana..
hingga pada akhirnya isa pun lelah memojokanku..
aku kembali berjalan dan menyusuri lorong lorong PIM yang ramai dengan orang-orang yang menggunakan baju batik...sambil berbisik aku berkata "tenang TR merahku, meski kau sudah tidak layak pakai kau takan ku buang karena terlalu banyak kenangan indah yang kita lewati bersama!"
sebenarnya TR bak seperti batik, salah satu warisan turun temurun yang harus dilestarikan!
seperti biasa siputih dan modemnya harus tetap ikut kemanapun ku pergi, namun sayang sampai detik ini si putih tidak juga memiliki bungkus dan tas yang baik, tertujulah mataku pada tas three rey merah kesayangan
mmm....perlu diketahui umur three rey ini mungkin sudah lebih tua dari umur kucingmu dirumah, bayangkan dibeli saat usiaku beranjak 14 tahun dan sebenarnya itu bukan ditujukan padaku, tas TR (disingkat) ini dibelikan oleh mamaku pada meisa adeku yang pertama, namun karena satu dan lain hal , ia mencampakkan tas ini begitu saja, alhasil ini menjadi kewajibanku untuk memanfaatkan sebaik mungkin TR merah yang sekarang menjadi milikku,,
saat ini TR selau menemaniku kesekolah, tempat les bahkan sekarang kekampus...beberapa bagian TR sudah robek namun tetap terlihat gagah dengan warna merahnya...
kembali lagi pada persiapanku membawa siputih dan modemnya dengan TR, ternyata ini menjadi sebuah perkara buat adeku meisa..ia menyuruhku meninggalkan TR didalam mobil saat sampai di PIM, hati ku gusar , kenapa pernyataan itu muncul dari adeku dan notabene dulu adalah pemilik pertama dari TR tersebut??!!aku kan hanya pewaris yang kebetulan peduli dan memanfaatkan TR ini!!keadaan semakin meruncing saat berjalan di koridor PIM, meisa membuatku harus pertegas bahwa aku cukup punya percaya diri membawa TR jalan-jalan meskipun ia terlihat sudah bulukan...sampai disuatu toko tas, meisa menyuruhku memilih salah satu tas laptop disana dan akan membelikannya untukku..tergiur sih sebenarnya namun ku tengok lagi ke belakang punggungku , si TR melayu...oh..sungguh ku tidak tega melakukan ini, akhirnya kucoba mencari alasan dengan mengatakan tidak ada yang digemblok semua selempangan, atau dengan membantingkan bentuk tipis TR yang kusuka dengan tas-tas lain yang ada disana..
hingga pada akhirnya isa pun lelah memojokanku..aku kembali berjalan dan menyusuri lorong lorong PIM yang ramai dengan orang-orang yang menggunakan baju batik...sambil berbisik aku berkata "tenang TR merahku, meski kau sudah tidak layak pakai kau takan ku buang karena terlalu banyak kenangan indah yang kita lewati bersama!"
sebenarnya TR bak seperti batik, salah satu warisan turun temurun yang harus dilestarikan!
mau tau TR itu produksi mana sih? dari luar atau dalam negeri? jawab yah please. bisa dijawab via komen di blog aku di http://dhila13.wordpress.com makasih... (eeh, aku punya twitter juga lhoo: fadhilatulip). klo berkenan follow aku yaaaaaa. hehehe