siang itu aku masih berselimut, sambil mata tertuju pada siputih kesayanganku yang selalu online dengan pasangan modemnya, menemani setiap inspirasi diotakku meluap dalam tulisan
kembali mamaku yang memiliki suara bak diva meneriakiku dari lantai bawah rumah " ila...turun gera", aku pun dengan bergegas turun kebawah karena takut disangka pemalas yang hanya tidur-tiduran disiang hari bolong begini(memang iya)
semenjak kamarku tinggal diatas, aku memang menjadi pemalas sekali, entah apa yang membuatku malas turun..
siang ini aku berencana pergi ke rumah teman di bekasi, namun tak disangka mamaku memintaku untuk ikut dengannya ke rumah uwa oo yang terletak di rawamangun, mmm...musna sudah harapan bertemu kawan-kawan. "maaf kawan aku lebih memilih menemani diva dari pada kerumahmu", aku pun segera memberi kabar kepada teman-teman bahwa aku tidak jadi datang...
di perjalanan mataku mulai sayu dan terpejam, memang aku tidak tidur malam itu...tugas menumpuk membuatku harus terjaga
mamaku melihat ku yang kelelahan, lalu berkata " nak jangan kau jadikan malammu sebagai siang dan siangmu sebagai malam" , aku meng iyakan ucapan mamaku,, padahal biasanya aku memberikan seribu argument tuk membela diri, namun karena rasa kantuk ini lebih merebah dan dominan ku biarkan saja...
diperjalanan aku terbangun karena terik matahari membuat tidurku terganggu , keringat bercucuran dan pengappun mulai terasa...aku mengeluh pada mamaku " mah ...panas banget ya?", lalu mamaku menjawab " la latihan", aku terdiam dan berfikir..apakah mamaku bilang "latihan" itu maksudnya dineraka..akhhh tidak!!
aduh hari ini mama bicara cukup tajam dihati...jangan-jangan aku telah membuat hatinya kesal siang itu..
tak lama kemudian kami sampai rawamangun namun kami mampir sebentar di bakso tasik langganan kami..
dari jauh di parkiran ada seorang ibu yang "melak cangkeng" kalau dalam bahasa indonesianya taruh tangan dipinggang sambil berteriak-teriak pada tukang parkir disitu " HEH...B*****T LU YEH,GAK TAU GW SIAPA!!", wah serem amat ni ibu, sepertinya ada yang serius terjadi di parkiran rumah makan ini,,
mamaku menyikut lenganku sambil memberi isyarat "udah jangan ikut campur", gak tau kenapa ya?aku mungkin keturunan papaku yang tidak suka dengan ketidak adilan...papa itu kalau dijalan ada kerumunan, dia sampai rela menepikan mobilnya dan mencari tahu apa yang terjadi lalu mencoba membantu sebisa mungkin...
balik lagi ke si ibu tadi, karena mamaku menyuruh diam jadi aku menurut padanya, ade-adeku menyaksikan kejadian tersebut meringis ketakutan,,suara si ibu cukup besar dan kata-kata kasar terus diulang-ulangnya tanpa malu dan sadar bahwa itu di depan umum..
diamku mulai terusik ketika si ibu mendorong bapak tukang parkir,sehingga tubuh rentanya tidak sanggup menahan dorongan dan terjatuh,sambil berteriak menanyakan dari suku mana dia " LO ORANG MANA?", kok jadi SARA sih, wah ini mulai gak bener nih, anehnya penjual disekitar situ tidak berbuat apa-apa?!atau mungkin karena ia seorang wanita,, lalu kalau sudah kelewat batas apa harus dibiarkan , erlepas siapa yang salah atau benar,,
aku berdiri dari tempat dudukku, dan membiarkan baso yang sudah kusambali menunggu ku makan...aku coba meraih bahu keduanya, dan berkata "sabar bu..", ibuu itu bukanya menjinak malah semakin murka
"SAPA LO ?!JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN ORANG", aku coba menenangkan lagi, "bukanya begitu malu dilihat orang, selesaikan masalah dengan baik bu", lalu si ibu dengan lantang malah balik bertanya,"LO ORANG MANA??BERANI-BERANINYA CERAMAHIN GW", waktu si ibu bicara seperti itu, aku mulai down juga, takutnya dia memang oraang sini dan suaminya preman..hah udah terlanjur masuk ke masalah ya udah lah, aku melihat ibu ku didalam , sambil mengerutkan dahinya seakan masih berharap aku tidak ikut campur(pdhl udah)
dengan sedikit keberanian aku mencoba berbicara lantang pada ibu itu "MAAF KALAU MAU RIBUT-RIBUT JANGAN
DIDAERAH SAYA", perlu digaris bawahi, "daerah saya" apaan hihihihihihihiiii...tinggal disini juga enggak, sok berani doang !!
tapi ke sotoyan ku membuahkan hasil, si ibu sepertinya percaya saya adalah pemilik lingkungan disini(apa penampilanku terlihat seperti preman kali ya??),
si ibu berlalu sambil menunjuk-nunjuk saya dan berkata "AWAS LU YA, GW TANDAIN LU!!"
hah seperti difilm-film hero aja..si bapak tukang parkir bertrimakasih,alah..padahal aku tidak melakukan apa-apa..cuma menggeretak dengan kebohongan hahaha
aku pun kembali ke meja tempat aku makan, adeku bilang, "gak takut lo disamperin lagi", "ah ...klo jodoh pasto ketemu lagi", (kok gak nyambung ya jawaban gw,,masih down kali ya), adeku bilang "ah gak nyambung lu!"
setelah selesai makan, adeku yang bungsu meminta uang lebih kemamaku,"mah ali minta lima ribu", "buat apa de?" tanya mama, "bayar parkir..kasian tadi tukang parkirnya lagi abis diomelin, itung jadi utang ali aja deh mah", aku terharu dengan perkataan adeku yang masih mau peduli meski bukan dengan cara yang kutempuh..hebat deh salut buat si bungsu, nilai-nilai kepedulian mulai tertanam di umurnya yang cukup muda..
kawan..hikmah dari kejadian yang kualami meski aku tidk jadi bertemu dengan teman-temanku,aku bersyukur bisa mengalami hal ini, dan melihat adeku yang mulai peduli dengan sekitarnya..
namun dibalik itu semua, ada sedikit ketraumaan pada ku bila nanti harus mengunjungi bakso tasik langganan keluarga, karena si ibu meninggalkan pesan saat berlalu " AWA LU YA, GW TANDAIN LU"
mmm....gaswat juga, jangan sampai ini note terakhirku hihihihihihihiii