liputan tgl 10/12 walikota depok


Jamkesmas sudah tidak berfungsi lagi

Depok, Kamis10/12 ,Rakyat miskin kota depok yang di motori DKR (Dewan Kesehatan Rakyat) datang bersama massanya yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak ke kantor walikota, dengan 4 tuntutan yakni 1. menolak penggatian jamkesmas dengan sistem yang lain (asuransi) 2.mendukung jamkesda sama dengan jamkesmas 3.pemkot depok segera melunasi hutang kepada rumah sakit –rumah sakit 4.10% minimal anggaran APBD kota depok untuk kesehatan (porsi lebih besar buat SKTM)

Menurut Roy pangharapan (ketua DKR kota depok)apabila dibiarkan jamkesmas diganti dengan asuransi maka raykat miskin kota depok sulit untuk mendapatkan tindakan medis yang layak, karena mereka akan dikenakan biaya Rp 4000/ kepala,hal ini sangat disayangkan, apa lagi dengan hadirnya jamkesda yang hanya mencakup wilayah daerah saja.Namun DKR tidak menolak adanya jamkesda selama masih sama dengan jamkesmas.

Ada pun SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang diberikan pada warga miskin namun hanya menanggung 20% sampai 70% saja, bila dicermati 30% sisa dari tunjangan yang diberikan masih belum mampu ditutupi oleh pemegang kartu karena mahalnya biaya pengobatan saat ini.

Status jamkesmas saat ini memang masih diberlakukan. Beberapa pengguna jamkesmas pun mengeluhkan rumah sakit yang menolak keberadaan mereka dengan alasan pemeritahan kota depok belum melunasi biaya rumah sakit.

Dalam hal ini DKR ingin langsung menyuarakan 4 tuntutannya ke Bapak Walikota langsung namun beliau tidak ada ditempat, merekan pun menyesali hal tersebut karena yang dapat memutuskan masalah ini adalah pemimpin Kota depok itu sendiri, dan demonstrasi pun berlanjut mengarah ke DPRD dengan tuntutan yang sama.nabilla

dimuat di poskota tanggal 11 desember 2009, rubrik megapolitan

 

0 Response to liputan tgl 10/12 walikota depok

Posting Komentar