dosen pemegang otorita tertinggi dikelas,what?
nilai produksi radio ku hanya 64 saja padahal ketika ujian itu dimulai aku merasa yakin dengan seluruh jawabanku, tapi kenapa hasil yang didapat cuma segitu saja, saat masuk kelas setelah ujian kutanyakan hal tersebut ke dosan radio ku, aku meminta kertas ujian dibagikan
tau apa yang terjadi , dosenku tersebut menolak permintaanku, dia bilang "kamu boleh liat kertas hasil ujianmu, tapi nilai kamu harus dikurang", bila nilai mu nanti lebih tinggi dari yang ditulis tetap nilaimu akan saya kurangi, lalu aku pun bertanya "kenapa pak?", "karena kamu sudah tidak percaya lagi sama saya", (ada faktor ketidak percayaan) jawaban yang tidak pantas diucapkan oleh seorang dosen yang notabene contoh untuk mahasiswanya.
secara logika jawaban yang ada di kertas ujian ada alah tulisan saya ebagai mahasiswa dan saya berhak melihat tulisan saya, sebagai bentuk koreksi bukan berarti tidak mempercayai cara kerja koreksi dosen tersebuk, karena tidak ada satupun manusia yang sempurna dan tidak melakukan kesalahan,
penolakan pun semakin gencar ditumpahkan didepan mukaku, ada sekitar 25 menit aku berdiri didepan dosen sambil mempertanyakan tindakan dosenku tersebut, ia malah berkata" kamu cuma mahasiswa, saya memiliki otoritas tinggi dikelas bukan kamu"
kata-yang sangat sombong berbanding terbalik dengan icon pengajar yang mengayomi muridnya
memang tidak semua dosen seperti aia , cuma saya tidak habis pikir kenapa tranparansi dan demokratis dalam penilaian tidak ada dibenak dosen yang satu ini, lagi pula ini bukan sekolah lagi yang dimana murid akan selalu didikte pengajarnya , ini kampus dan mahasiswa sudah dewasa!!
peluang kolusi dan nepotisme semakin besar bila semua pengajar berpikir sama seperti dosen radioku
tau apa yang terjadi , dosenku tersebut menolak permintaanku, dia bilang "kamu boleh liat kertas hasil ujianmu, tapi nilai kamu harus dikurang", bila nilai mu nanti lebih tinggi dari yang ditulis tetap nilaimu akan saya kurangi, lalu aku pun bertanya "kenapa pak?", "karena kamu sudah tidak percaya lagi sama saya", (ada faktor ketidak percayaan) jawaban yang tidak pantas diucapkan oleh seorang dosen yang notabene contoh untuk mahasiswanya.
secara logika jawaban yang ada di kertas ujian ada alah tulisan saya ebagai mahasiswa dan saya berhak melihat tulisan saya, sebagai bentuk koreksi bukan berarti tidak mempercayai cara kerja koreksi dosen tersebuk, karena tidak ada satupun manusia yang sempurna dan tidak melakukan kesalahan,
penolakan pun semakin gencar ditumpahkan didepan mukaku, ada sekitar 25 menit aku berdiri didepan dosen sambil mempertanyakan tindakan dosenku tersebut, ia malah berkata" kamu cuma mahasiswa, saya memiliki otoritas tinggi dikelas bukan kamu"
kata-yang sangat sombong berbanding terbalik dengan icon pengajar yang mengayomi muridnya
memang tidak semua dosen seperti aia , cuma saya tidak habis pikir kenapa tranparansi dan demokratis dalam penilaian tidak ada dibenak dosen yang satu ini, lagi pula ini bukan sekolah lagi yang dimana murid akan selalu didikte pengajarnya , ini kampus dan mahasiswa sudah dewasa!!
peluang kolusi dan nepotisme semakin besar bila semua pengajar berpikir sama seperti dosen radioku
0 Response to dosen pemegang otorita tertinggi dikelas,what?
Posting Komentar