polisi tersenyum
"86, perintah diterima jajaran 12 merapat ke markas, di copy" , suara semacam itu ku dengar saat aku menghampiri pos polisi 12 yang tepat berada didepan blok m plaza jakarta selatan, baru kali ini aku datang menghampiri mereka karena biasanya aku yang menghindar , namun tugas fotografi jurnalistikku memaksaku harus bertemu dan kontak langsung dengan polisi -polisi itu untuk sekedar foto dan wawancara.
siang itu terbilang cukup mendung namun hujan tidak tampak dilangit selatan, langkahku menyusuri jalan raya blok m yang ramai itu, lalu lalang pejalan kaki dan pengendara bermotor membuat riuh suasana disana, aku masuk ke pos polisi sambil tersenyum aku menyampaikan niatku untuk memotret mereka, dibenakku terhempas ketakutan mereka tidak mengijinkan.
namun ternyata "ya sudah kamu pilih saja siapa yang akan menjadi modelmu, nanti beri tahu saya"jelas komandannya sambil menunjuk kearah sebrang warung kopi tempat dimana polisi-polisi itu ber istirahat,
"maaf pak, saya tidak mau menggangu aktivitas bapak, biar nanti saat bapak-bapak itu saja bertugas baru saya akan ambil foto mereka", jawabku
" oh... ya sudah kamu kembali lagi saat sore tiba, karena pada sore harilah kami mulai memperketat penjagaan, klo sekarang sih masih longgar" jelas komandan yang belum sempat kutanya namanya.
aku tersenyum sambil balik badan, ketika aku mulai berjalan "de...nanti kamu ngomong aja sendiri soalnya kita aplusan sore ini ya", "oh ya pak , terimakasih ya" , jawabku berlalu..
mereka berganti shift si malam dan siang hari, satu regu ada empat orang dan ada 3 regu yang bertugas di pos tersebut.
aku pun menunggu sore tiba namun sore belum muncul hujanpun membasahi kawasan blok m tepat jam 2 siang, langkahku mengarah pada pos polisi tadi karena aku takut hujan semakin deras, fikirku lebih baik datang lebih awal dan menunggu disana dari pada kehujanan dan tidak menghasilkan apa-apa...
kuketuk pintu dengan ruang sempit plus wc itu, yang terlihat ada 2 polisi duduk berteduh didalam, "permisi pak saya mahasiswi yang tadi , saya bisa nunggu disini saja sampai bapak bertugas", "oh ya silahkan masuk dek..." jelas salah satu polisi yang sudah tidak memakai baju dinas lagi (mungkin ia akan segera merapat ke polsek untuk aplusan
"sendirian saja??", tanya salah satu polisi yang duduk
"iya pak, temen-temen yang lain menyusul"
"bukanya pos polisi ada ya deket kampus kamu , bundaran senayan itu!?"
"iya pak cuma saya dan teman-teman janjian nonton di blok m", jawabku berusaha akrab
"pasti mau nonton 2012 ya?? saya sudah dua hari datang ke 21 tidak pernah dapat tiket, selalu kehabisan"
aku tersenyum, sepertinya suasana sudah mulai cair aku bisa membuatnya lebih hangat
akhirnya kami pun ngobrol panjang tentang 2012 sampai pada pembunuhan karakter polisi yang sedang gencar terjadi sekarang ini, menurut mereka KKN itu sulit dihapuskan di negara ini, contohnya saja kalau mau masuk kerja akan sangat sulit bila tidak ada link didalam, maka azaz kekeluargaan memang diperlukan..
statment itu keluar sendiri entah sebagai pembelaan atau menggambarkan realita, padahal mereka baru mengenal saya, id mahasiswi pun belum sempat saya tunjukan pada mereka, apakah tidak takut klo statment ini terpublis.
mungkin ini yang disebut akrab, mereka bicara seakan sudah cukup lama kenal denganku, waktu berlalu dan polisi lain pun tiba dipos tersebut, lalu kledua polisi yang ngobrol denganku pun kembali kemarkas, akhirnya aku pun harus memulai penbicaraan baru dengan orang baru .. tak mala kemudian bang abdul pun bertugas di lampu merah depan pos polisi, biasanya mereka menyebut dengan panggilan "berdiri" , aku memulai untuk memotret bang abdul, sulit memang mendapatinya tersenyum saat bertugas, karena pekerjaannya membutuhkan keseriusan yang cukup tinggi apa lagi jika menghadapi supir-supir angkutan umum yang menyebalkan.
setelah bang abdul berjaga tiba temen-temannya sebanyak 2 orang untuk menjaga pos yang satu bernama bang zul parera, rata-rata disana anggotanya cukup muda, dang abdul beda satu tahun diatas aku namun ia mengakui pekerjaannya dijalan membuatnya terlihat tua, sering sekali dia dipanggil pak dibanding kak...
zul parera juga angkatan 2004 dua tahun diatas aku, sambil bercanda ia mengaku sering ditanya "sudah punya anak berapa?", " padahal istri saja saya tak punya" jelasnya sambil tersenyum
aku pun mulai memotret abang-abang polisi yang bertugas setiap 2 jam sekali mereka bergantian berdiri, hujan pun tidak menghentikan aktivitas mereka mengatur jalanan, meski harus berhadapan dengan pengendara yang nakal, mereka tetap tersenyum karena tugas sebagai abdi negara yang siap melayani masyarakat
siang itu terbilang cukup mendung namun hujan tidak tampak dilangit selatan, langkahku menyusuri jalan raya blok m yang ramai itu, lalu lalang pejalan kaki dan pengendara bermotor membuat riuh suasana disana, aku masuk ke pos polisi sambil tersenyum aku menyampaikan niatku untuk memotret mereka, dibenakku terhempas ketakutan mereka tidak mengijinkan.
namun ternyata "ya sudah kamu pilih saja siapa yang akan menjadi modelmu, nanti beri tahu saya"jelas komandannya sambil menunjuk kearah sebrang warung kopi tempat dimana polisi-polisi itu ber istirahat,
"maaf pak, saya tidak mau menggangu aktivitas bapak, biar nanti saat bapak-bapak itu saja bertugas baru saya akan ambil foto mereka", jawabku
" oh... ya sudah kamu kembali lagi saat sore tiba, karena pada sore harilah kami mulai memperketat penjagaan, klo sekarang sih masih longgar" jelas komandan yang belum sempat kutanya namanya.
aku tersenyum sambil balik badan, ketika aku mulai berjalan "de...nanti kamu ngomong aja sendiri soalnya kita aplusan sore ini ya", "oh ya pak , terimakasih ya" , jawabku berlalu..
mereka berganti shift si malam dan siang hari, satu regu ada empat orang dan ada 3 regu yang bertugas di pos tersebut.
aku pun menunggu sore tiba namun sore belum muncul hujanpun membasahi kawasan blok m tepat jam 2 siang, langkahku mengarah pada pos polisi tadi karena aku takut hujan semakin deras, fikirku lebih baik datang lebih awal dan menunggu disana dari pada kehujanan dan tidak menghasilkan apa-apa...
kuketuk pintu dengan ruang sempit plus wc itu, yang terlihat ada 2 polisi duduk berteduh didalam, "permisi pak saya mahasiswi yang tadi , saya bisa nunggu disini saja sampai bapak bertugas", "oh ya silahkan masuk dek..." jelas salah satu polisi yang sudah tidak memakai baju dinas lagi (mungkin ia akan segera merapat ke polsek untuk aplusan
"sendirian saja??", tanya salah satu polisi yang duduk
"iya pak, temen-temen yang lain menyusul"
"bukanya pos polisi ada ya deket kampus kamu , bundaran senayan itu!?"
"iya pak cuma saya dan teman-teman janjian nonton di blok m", jawabku berusaha akrab
"pasti mau nonton 2012 ya?? saya sudah dua hari datang ke 21 tidak pernah dapat tiket, selalu kehabisan"
aku tersenyum, sepertinya suasana sudah mulai cair aku bisa membuatnya lebih hangat
akhirnya kami pun ngobrol panjang tentang 2012 sampai pada pembunuhan karakter polisi yang sedang gencar terjadi sekarang ini, menurut mereka KKN itu sulit dihapuskan di negara ini, contohnya saja kalau mau masuk kerja akan sangat sulit bila tidak ada link didalam, maka azaz kekeluargaan memang diperlukan..
statment itu keluar sendiri entah sebagai pembelaan atau menggambarkan realita, padahal mereka baru mengenal saya, id mahasiswi pun belum sempat saya tunjukan pada mereka, apakah tidak takut klo statment ini terpublis.
mungkin ini yang disebut akrab, mereka bicara seakan sudah cukup lama kenal denganku, waktu berlalu dan polisi lain pun tiba dipos tersebut, lalu kledua polisi yang ngobrol denganku pun kembali kemarkas, akhirnya aku pun harus memulai penbicaraan baru dengan orang baru .. tak mala kemudian bang abdul pun bertugas di lampu merah depan pos polisi, biasanya mereka menyebut dengan panggilan "berdiri" , aku memulai untuk memotret bang abdul, sulit memang mendapatinya tersenyum saat bertugas, karena pekerjaannya membutuhkan keseriusan yang cukup tinggi apa lagi jika menghadapi supir-supir angkutan umum yang menyebalkan.
setelah bang abdul berjaga tiba temen-temannya sebanyak 2 orang untuk menjaga pos yang satu bernama bang zul parera, rata-rata disana anggotanya cukup muda, dang abdul beda satu tahun diatas aku namun ia mengakui pekerjaannya dijalan membuatnya terlihat tua, sering sekali dia dipanggil pak dibanding kak...
zul parera juga angkatan 2004 dua tahun diatas aku, sambil bercanda ia mengaku sering ditanya "sudah punya anak berapa?", " padahal istri saja saya tak punya" jelasnya sambil tersenyum
aku pun mulai memotret abang-abang polisi yang bertugas setiap 2 jam sekali mereka bergantian berdiri, hujan pun tidak menghentikan aktivitas mereka mengatur jalanan, meski harus berhadapan dengan pengendara yang nakal, mereka tetap tersenyum karena tugas sebagai abdi negara yang siap melayani masyarakat
0 Response to polisi tersenyum
Posting Komentar