motif


Definisi motif sendiri adalah alasan-alasan manusia yang melatar belakangi mereka untuk melakukan suatu kehendak
motif merupakan dorongan dalam diri manusia yang timbul dikarenakan adanya kebutuhan-kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh manusia tersebut. ada beberapa kriteria motif:
berikut ini adalah motif-motif yang timbul pada diri manusia ketika berkomunikasi:
• motif informatif, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan hasrat untuk memenuhi kebutuhan akan ilmu pengetahuan
• motif hiburan, yaitu hal-hal yang berkenaan untuk mendapatkan rasa senang
• motif integrasi personal, merupakan motif-motif yang timbul akibat keinginan untuk memperteguh status, kredibilitas, rasa percaya diri, dll
• motif integratif sosial, dimaksudkan untuk memperteguh kontak sosial dengan cara berinteraksi dengan keluarga, teman, orang lain
• motif pelarian, merupakan motif pelepasan diri dari rutinitas, rasa bosan, atau ketika sedang sendiri
latar belakang juga dapat disebut motif tergantung daru sudut pandang mana melihat kebutuhan tersebut.
1. Kondisi Ideal
Kondisi ideal menggambarkan sebuah keadaan yang menjadi tujuan, dicita-citakan, atau impian. Dalam sebuah organisasi, kondisi ideal biasanya diuraikan dalam sebuah visi misi. Kondisi ideal juga bisa berarti suatu kondisi jangka pendek / jangka menengah / jangka panjang yang ingin dicapai, khususnya yang berkaitan dengan pikiran yang akan Anda rumuskan. Ibaratnya perjalanan, kondisi ideal ini adalah kota tujuan yang ingin dicapai.
2. Kondisi Saat Ini
Kondisi saat ini menggambarkan keadaan yang secara realita benar-benar terjadi pada saat ini. Uraikan kondisi realita tersebut, terutama yang berkaitan dengan pikiran yang sedang dirumuskan. Dan nantinya akan dikaitkan dengan kondisi ideal di atas, akan ditarik benang merahnya. Ibaratnya perjalanan, kondisi saat ini adalah ungkapan tentang: sudah sampai mana perjalanan kita, apakah sudah sampai 10 KM, sudah sampai kota X, atau bahkan belum jalan sama sekali.
3. Solusi
Pada bagian ini, barulah diuraikan hal-hal yang akan dilakukan/ditulis/diteliti/dll dalam rangka mengatasi gap antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal yang ingin dicapai. Ibaratnya perjalanan, solusi ini adalah usaha yang akan kita lakukan untuk menuju kota tujuan dari posisi perjalanan kita saat ini.

cover buat polisi tersenyum


tugas fotografi jurnalistik
" keakraban POS 12 "

oleh :
nabillafuadillah alhumaira
2006 - 41 - 251

caption pemulung cilik bantar gebang


Bekasi, 17/11 dua pemulung cilik beristirahat dengan atap yang terbuat dari sisa-sisa baliho iklan, biasanya mereka duduk-duduk menunggu aplusan kerja sebagai pemulung bantar gebang, karena begitu banyak warga sekitar yang menekuni profesi ini, sehingga jam kerja merekapun haris di bagi-bagi. (foto:nabilla)

Bekasi 17/11,  dari puncak bukit sampah Bantar gebang seorang pemulung cilik disela jam kerjanya menatap alat berat sambil melahap buah mangga yang ada ditangan kirinya. (foto:nabilla)

Bekasi17/11, bau yang menyengat tidak menghalangi pemulung cilik menikmati masa kana-kanaknya dengan memainkan petak umpet diantara tumpukan sampah yang menggunung. (foto:nabilla)

Bekasi 17/11, abdul pemulung cilik yang menapat kearah truk sampah yang datang, ia harus tetap memilah sampah mana yang dapat dia manfaatkan dan sampah mana yang tidak berguna, hal ini dilakukan juga oleh pemulung lain sehingga tidak semua sampah diangkut ke tong-tong rotam mereka. (foto:nabilla)

Bekasi 17/11, abdul terlihat putus asa diantara pemulung-pemulung lain berebut mencari sampah karena sampah yang ia cari tidak ia temukan, kembali ia harus menunggu truk lain yang membawa sampah yang ia butuhkan. (foto: nabilla)

Bekasi 17/11, sampah- sampah yang bermuara ke Bantar gebang adalah surga bagi pemulung, kebersihan bukanlah lagi prioritas bagi mereka, ada kurang lebih 500 truk / harinya yang datang kebantar gebang dengan luas 1012 h tersebut, beginilah wajah sampah di indonesia khususnya di jabodetabek. (foto:nabilla)

polisi tersenyum


"86, perintah diterima jajaran 12 merapat ke markas, di copy" , suara semacam itu ku dengar saat aku menghampiri pos polisi 12 yang tepat berada didepan blok m plaza jakarta selatan, baru kali ini aku datang menghampiri mereka karena biasanya aku yang menghindar ,  namun tugas fotografi jurnalistikku memaksaku harus bertemu dan kontak langsung dengan polisi -polisi itu untuk sekedar foto dan wawancara.

siang itu terbilang cukup mendung namun hujan tidak tampak dilangit selatan, langkahku menyusuri jalan raya blok m yang ramai itu, lalu lalang pejalan kaki dan pengendara bermotor membuat riuh suasana disana, aku masuk ke pos polisi sambil tersenyum aku menyampaikan niatku untuk memotret mereka, dibenakku terhempas ketakutan mereka tidak mengijinkan.

namun ternyata "ya sudah kamu pilih saja siapa yang akan menjadi modelmu, nanti beri tahu saya"jelas komandannya sambil menunjuk kearah sebrang warung kopi tempat dimana polisi-polisi itu ber istirahat,
"maaf pak, saya tidak mau menggangu aktivitas bapak, biar nanti saat bapak-bapak itu saja bertugas baru saya akan ambil foto mereka", jawabku
" oh... ya sudah kamu kembali lagi saat sore tiba, karena pada sore harilah kami mulai memperketat penjagaan, klo sekarang sih masih longgar" jelas komandan yang belum sempat kutanya namanya.

aku tersenyum sambil balik badan, ketika aku mulai berjalan "de...nanti kamu ngomong aja sendiri soalnya kita aplusan sore ini ya", "oh ya pak , terimakasih ya" , jawabku berlalu..
mereka berganti shift si malam dan siang hari, satu regu ada empat orang dan ada 3 regu yang bertugas di pos tersebut.

aku pun menunggu sore tiba namun sore belum muncul hujanpun membasahi kawasan blok m tepat jam 2 siang, langkahku mengarah pada pos polisi tadi karena aku takut hujan semakin deras, fikirku lebih baik datang lebih awal dan menunggu disana dari pada kehujanan dan tidak menghasilkan apa-apa...

kuketuk pintu dengan ruang sempit plus wc itu, yang terlihat ada 2 polisi duduk berteduh didalam, "permisi pak saya mahasiswi yang tadi , saya bisa nunggu disini saja sampai bapak bertugas", "oh ya silahkan masuk dek..." jelas salah satu polisi yang sudah tidak memakai baju dinas lagi (mungkin ia akan segera merapat ke polsek untuk aplusan

"sendirian saja??", tanya salah satu polisi yang duduk
"iya pak, temen-temen yang lain menyusul"
"bukanya pos polisi ada ya deket kampus kamu , bundaran senayan itu!?"
"iya pak cuma saya dan teman-teman janjian nonton di blok m", jawabku berusaha akrab
"pasti mau nonton 2012 ya?? saya sudah dua hari datang ke 21 tidak pernah dapat tiket, selalu kehabisan"
aku tersenyum, sepertinya suasana sudah mulai cair aku bisa membuatnya lebih hangat

akhirnya kami pun ngobrol panjang tentang 2012 sampai pada pembunuhan karakter polisi yang sedang gencar terjadi sekarang ini, menurut mereka KKN itu sulit dihapuskan di negara ini, contohnya saja kalau mau masuk kerja akan sangat sulit bila tidak ada link didalam, maka azaz kekeluargaan memang diperlukan..
statment itu keluar sendiri entah sebagai pembelaan atau menggambarkan realita, padahal mereka baru mengenal saya, id mahasiswi pun belum sempat saya tunjukan pada mereka, apakah tidak takut klo statment ini terpublis.

mungkin ini yang disebut akrab, mereka bicara seakan sudah cukup lama kenal denganku, waktu berlalu dan polisi lain pun tiba dipos tersebut, lalu kledua polisi yang ngobrol denganku pun kembali kemarkas, akhirnya aku pun harus memulai penbicaraan baru dengan orang baru .. tak mala kemudian bang abdul pun bertugas di lampu merah depan pos polisi, biasanya mereka menyebut dengan panggilan "berdiri" , aku memulai untuk memotret bang abdul, sulit memang mendapatinya tersenyum saat bertugas, karena pekerjaannya membutuhkan keseriusan yang cukup tinggi apa lagi jika menghadapi supir-supir angkutan umum yang menyebalkan.

setelah bang abdul berjaga tiba temen-temannya sebanyak 2 orang untuk menjaga pos yang satu bernama bang zul parera, rata-rata disana anggotanya cukup muda, dang abdul beda satu tahun diatas aku namun ia mengakui pekerjaannya dijalan membuatnya terlihat tua, sering sekali dia dipanggil pak dibanding kak...

zul parera juga angkatan 2004 dua tahun diatas aku, sambil bercanda ia mengaku sering ditanya "sudah punya anak berapa?", " padahal istri saja saya tak punya" jelasnya sambil tersenyum

aku  pun mulai memotret abang-abang polisi yang bertugas setiap 2 jam sekali mereka bergantian berdiri, hujan pun tidak menghentikan aktivitas mereka mengatur jalanan, meski harus berhadapan dengan pengendara yang nakal, mereka tetap tersenyum karena tugas sebagai abdi negara yang siap melayani masyarakat

sinopsis waria taman lawang, cover belakang



" kaki jenjang si jantan " dan rok mini taman lawang (foto nyusul)


Taman lawang mungkin nama ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita dan ditelinga banyak pria – pria hidung belang , kawasan yang bertempat di dekat kuningan ini menyuguhkan hiburan malam yang berbeda, setiap malam mulai dari jam 1 sampai 4 pagi banyak wanita wanita berperawakan pria berdiri disamping- samping jalan yang mulai sepi ditelan malam .

“ jam dinas ” mereka biasa menyebutnya, waria-waria yang cantik dengan keunggulannya masing masing kan membuat semua orang terkaget- kaget melihatnya , dada yang seperti wanita bahkan kelamin yang disulap menjadi seperti wanita tulen pada umumnya .

Tempat itu disebut pusat waria-waria terkenal ibu kota, meski demikian Tak jarang juga waria- waria manis itu harus berlari- lari saat dikejar satuan polisi Pamong Praja ( satpol PP ), yang berpatroli hampir setiap minggu , ini mengganggu mobilitas kerja mereka .

Waria yang biasanya ada ditaman lawang dari berbagai usia , meski begitu mereka mandiri tidak ada senioritas, profesionalisme dijunjung tinggi disana , si pelanggan pria pun bebas memilih mana yang ia suka .

Mereka mamiliki komunitas waria sendiri, yang mambahas masalah kendala - kendala saat melayani pria - pria hidung belang sampai ada sesi curhat , mereka saling bertukar pikiran diforum tersebut .

Di ujung jalan dekat taman senopati ada sekelompok waria yang sedang menunggu - munggu dengan genitnya . Berbekal tas dan make up didalamnya , tasya memamerkan kaki jenjang nya di JL sunda kelapa, dengan gemulai ia melambai kan tangannya kepada setiap pria yang menghampirinya . Pelanggan datang silih berganti, namun hanya ada satu pria dihatinya, seorang mahasiswa asal bandung yang ia kenal saat sedang duduk-duduk di café plasa senayan , tadinya pria itu mengira bahwa dirinya adalah wanita karena sulit membedakan kecantikan wajahnya , ketika pria ini tau bahwa dirinya adalah waria ternyata ia tetap menerima keadaannya .

Wanita berparas cantik itu bernama haris , dari kejauhan ter lihat rok mini berjejer ditaman lawang sulit membedakan antara wanita dan waria , begitu mempesona dengan keanggunannya, berjalan seakan jalan itu catwalknya , namun waria tetaplah waria begitu jelas haris atau tasya.

Malam itu cukup sepi dan dingin, kaki-kaki jenjang taman lawang masih tegap berdiri menanti pria-pria berkantong tebal, waria berusia 20 tahun ini berasal dari lampung , dia sangat mencintai profesi siangnya sebagai penyanyi pup karokesukabento  di grogol, bahkan bila kelak terlepas dari pekerjaan ini ia ingin sekali menjadi sorang penyanyi terkenal .

Tasya biasa orang memanggilnya, sudah 3 tahun merubah kepribadiannya menjadi waria, feminism yang timbul dalam dirinya sudah ada sejak ia masih dilampung kini 1 tahun sudah ia merantau ke Jakarta mencari hidup yang menerima keadaan dirinya, lingkungan memaksanya harus berubah .

Namun keluarganya dikampung halaman tidak mengetahui profesinya kini,ketegaran memaksanya untuk bertahan , terkadang ketakutan juga menyelimuti dirinya jika nanti orang tuanya tau akan profesi aslinya sekarang ini .

Suka duka saat menjajakan diri cukup banyak , mulai dari kenal banyak pria-pria brondong sampai kenal om-om dengan dompet tebalnya , meski demikian duka tak terelakan dari kehidupannya kini, terkadang banyak pria – pria iseng yang melempari botol bahkan telor busuk, kemudian berlalu dengan ledekan- ledekan yang menyakitkan hatinya.

Waria yang pernah memenangkan juara 2 miss waria 2009 ini jarang sekali keluar untuk mangkal mungkin hanya 3 kali dalam seminggu ia menjajajkan diri , biasanya setiap kali keluar ia melanyani 2 sampai 3 pelanggan , tasya lebih senang dibawa dengan mobil dari pada harus melayani pelanggan yang menggunakan motor meski bayarannya lebih besar , karena ia mengaku bukan ekonomi yang memaksanya seperti ini hanya kepuasaan yang ia cari .

Banyak pria yang memboyongnya ke hotel- hotel mewah seperti mariot biasanya 1 jam ia sudah dikembalikan ketempat dimana ia makal sebelumnya, tasya merasa pelanggannya cukup puas dengan servis yang ia berikan, karena blum ada complain selagi ia menjadi waria sampai detik ini “ bahkan mereka selalu kembali untuk tidur denganku lagi ” , jelas tasya bangga .

Pundi-pundi uang dikumpulkannya untuk ditabung dan membeli keperluan sehari hari termasuk make up baju dan asesoris lainnya.anak bungsu dari 5 bersodara ini tidak pernah mengirimkan uang ke kampong halamannya, karena ia sadar dan tau bahwa uang yang ia dapatkan selama ini bukan lah uang yang dicari dengan halal .

Dari setiap ucapan yang tibul dari lidah tindikan milik tasya terpancar sebenarnya ia ingin berhenti dari semua ini , ia ingin memulai hidup baru yang normal dan tidak ada yang ingin seperti ini, jelasnya tegar , namun apa mau dikata jika sudah takdir menjadi waria, “ aku sering mencoba berpenampilan pria namun semua itu tidak bisa natural ku coba

Lagi pula aku punya teman- teman yang banyak seperti aku nasib hidupnya dan membuatku harus memilih waria sebagai panggilan tetapku ” ,  jelas tasya dengan nada pelan .

Memang persodaraan terlihat lekat dalam canda - tawa waria – waria disana , sesekali tasya menggoda teman sampingnya yang sedang diwawancara juga, seperti tidak ada persaingan diantara mereka . Taya tinggal sendiri di kuningan tapi banyak juga teman- teman seprofesinya yang kos bareng dengan wari- waria lain . “ Jakarta kota keras bu..jadi mesti pinter-pinter nyiasatin uang” , begitu katanya sambil memukul bahu salah satu temannya .

Tasya menceritakan beberapa pelanggan yang pernah ia layani, ada kala pria- pria tersebut kasar pada dirinya namun sejauh ini ia masih bisa menangani pria- pria nakal tersebut , “ aku malah bisa lebih galak loh dari mereka “ , seru tasya sambil tertawa .

Tasya memiliki penghasilan yang pas - pasan hampir setiap malam , setidaknya cukup untuk hidup 3 hari . ia tidak mengandalkan hidup dari penjajakan dirinya saat malam tiba di taman lawang, karena ia memiliki hidup lain di siang harinya .

Tasya tidak pernah tau sampai kapan ia akan menekuni hal seperti ini , “ entah sampai kapan mba.. “ tapi sepertinya ia yakin suatu saat ia akan mendapatkan hidup yang layak , dan sekarang yang ada dihadapan ia ikuti sambil melihat arus mana yang akan membawanya kekehidupan impiannya kelak.

P.S. terima kasih bapak Indiwan yang memberikan saya tugas fotografi, saya jadi banyak tau sisi kehidupan lain diJakarta, dan cermin pelajaran hidup untuk saya .