pake baju loreng ...kok gak bayar ongkos bus si??!!
siang ini kakiku melangkah menyusuri jalan-jalan panas dijakarta,,ku putuskan menggunakan angkutan umum sbagai alat transportasiku untuk samapai ke tempat tujuan,,
cukup lama menunggu bis yang kumaksud,,hingga panas menyengat di ujung kepala ini baru terlihat keberadaan bus ac yang ingin ku tumpangi..
mmmm....terbayar sudah dengan dingin ac di bus tersebut, ku mulai melangkah dikoridor bis, sambil melihat kanan kiri untuk mencari selah tempat duduk yang kosong,, terpakulah aku pada deret 2 tempat duduk yang terletak dibelakang, meski tidak ada posisi favoritku yang selalu duduk samping jendela,hhhmmm..ya sudah yang ada saja..
ku helai nafasku sejenak..lalu ku persiapkan ongkos yg ditarifkan..
aku duduk samping seorang pria berperawakan cukup besar dan menggunakan seragam lengkap Loreng-loreng (salah satu seragam aparatur negara) dengan pisau komando di pinggang sebelah kirinya, ya ya ya..badannya memang cukup besar sehingga membuat ku bergeser sedikit lebih keluar dari bangkuku...ku coba menegornya sambil bilang "mas bisa tolong geser dikit"
ia pun meng iyakan permohonanku...
tak lama kemudian, penagih ongkos yang biasa di sebut kondektur pun mulai berjalan menyusuri lorong bus,,
"crekk..crekk.."sambil membunyikan uang recehannya, dan membangunkan beberapa penumpang yang tertidur. Aku telah mempersiapkan uang yang ku taruh dilipatan tanganku, sambil ku gemgam menunjukan bahwa aku siap membayar..
2 bangku sebelum ku..
1 bangku sebelum ku..
dan tiba giliranku...
aku membayar dengan uang pecahan 20rb
setelah memberikan kembalian padaku,langkah sang kondektur pun terus melaju, upsssss......tapi tunggu dulu sepertinya ada yang kurang
kok... PRIA BERBAJU LORENG DISAMPINGKU, TIDAK DITAGIH SIH!!??
aku memang sering melihat aparatur difilm-film box office yang memberhentikan mobil orang sipil dan meminjamnya saat mengejar penjahat, dengan menunjukan lencana yang ia miliki...lalu si mobil dapat digunakan dan bila terjadi kerusakan diberi ganti rugi..
tapi itu kan di film dan posisinya si aparatur sedang bertugas,,
mamangnya si pria ini sedang bertugas??malah lebih terlihat sedang mudik,,
kondektur dengan mudahnya memeberikan keleluasaan untuk tidak membayar
saat itu cukup banyak yang melihat kejadian tersebut, tapi tidak ada satu pun yang mempertanyakan, seperti sudah rahasia umum saja, dan merupakan hal yang biasa..
mmm...aku iseng bertanya pada pria berbaju loreng-loreng tersebut
"pak..kok tadi bapa tidak bayar ongkos bis"
lalu ia menjawab "saya...(salh satu aparatur negara)"
lalu seketika, sederet bangkuku hening tampa pembicaraan sampai si pria itu turun di tempat tujuannya..
hufff...beberapa menit yg cukup sepi,lalu bapak desebrang bangkuku menyapaku dan bilang "neng dia mah aparatur negara", aku mengangguk krn tidak mau memperpanjang obrolan,,lalu dalam hatiku bertanya"mm..so what??!! apakah aparatur negara tidak diwajibkan membayar ongkos bis padahal dia sudah numpang tuh bis, etikanya kan gitu!!.. "
enak ya klo gitu, menjadi aparat negara tidak harus membayar bis, bisa jalan-jalan kemana2 bebas ongkos..klo gitu besok-besok kalo naek bus aku akan menggunakan baju loreng-loreng saja biar dapet gratisan,hahaha...
btw klo ada peraturan yang mengatur hal tersebut secara tertulis mau dong dicopyin,biar aku pelajarisampai sebatas apa aparatur memanfaatkan keleluasaan tersebut!!
seharusnya kan melindungi kita, tapi ok malah morotin kita si!!
cukup lama menunggu bis yang kumaksud,,hingga panas menyengat di ujung kepala ini baru terlihat keberadaan bus ac yang ingin ku tumpangi..
mmmm....terbayar sudah dengan dingin ac di bus tersebut, ku mulai melangkah dikoridor bis, sambil melihat kanan kiri untuk mencari selah tempat duduk yang kosong,, terpakulah aku pada deret 2 tempat duduk yang terletak dibelakang, meski tidak ada posisi favoritku yang selalu duduk samping jendela,hhhmmm..ya sudah yang ada saja..
ku helai nafasku sejenak..lalu ku persiapkan ongkos yg ditarifkan..
aku duduk samping seorang pria berperawakan cukup besar dan menggunakan seragam lengkap Loreng-loreng (salah satu seragam aparatur negara) dengan pisau komando di pinggang sebelah kirinya, ya ya ya..badannya memang cukup besar sehingga membuat ku bergeser sedikit lebih keluar dari bangkuku...ku coba menegornya sambil bilang "mas bisa tolong geser dikit"
ia pun meng iyakan permohonanku...
tak lama kemudian, penagih ongkos yang biasa di sebut kondektur pun mulai berjalan menyusuri lorong bus,,
"crekk..crekk.."sambil membunyikan uang recehannya, dan membangunkan beberapa penumpang yang tertidur. Aku telah mempersiapkan uang yang ku taruh dilipatan tanganku, sambil ku gemgam menunjukan bahwa aku siap membayar..
2 bangku sebelum ku..
1 bangku sebelum ku..
dan tiba giliranku...
aku membayar dengan uang pecahan 20rb
setelah memberikan kembalian padaku,langkah sang kondektur pun terus melaju, upsssss......tapi tunggu dulu sepertinya ada yang kurang
kok... PRIA BERBAJU LORENG DISAMPINGKU, TIDAK DITAGIH SIH!!??
aku memang sering melihat aparatur difilm-film box office yang memberhentikan mobil orang sipil dan meminjamnya saat mengejar penjahat, dengan menunjukan lencana yang ia miliki...lalu si mobil dapat digunakan dan bila terjadi kerusakan diberi ganti rugi..
tapi itu kan di film dan posisinya si aparatur sedang bertugas,,
mamangnya si pria ini sedang bertugas??malah lebih terlihat sedang mudik,,
kondektur dengan mudahnya memeberikan keleluasaan untuk tidak membayar
saat itu cukup banyak yang melihat kejadian tersebut, tapi tidak ada satu pun yang mempertanyakan, seperti sudah rahasia umum saja, dan merupakan hal yang biasa..
mmm...aku iseng bertanya pada pria berbaju loreng-loreng tersebut
"pak..kok tadi bapa tidak bayar ongkos bis"
lalu ia menjawab "saya...(salh satu aparatur negara)"
lalu seketika, sederet bangkuku hening tampa pembicaraan sampai si pria itu turun di tempat tujuannya..
hufff...beberapa menit yg cukup sepi,lalu bapak desebrang bangkuku menyapaku dan bilang "neng dia mah aparatur negara", aku mengangguk krn tidak mau memperpanjang obrolan,,lalu dalam hatiku bertanya"mm..so what??!! apakah aparatur negara tidak diwajibkan membayar ongkos bis padahal dia sudah numpang tuh bis, etikanya kan gitu!!.. "
enak ya klo gitu, menjadi aparat negara tidak harus membayar bis, bisa jalan-jalan kemana2 bebas ongkos..klo gitu besok-besok kalo naek bus aku akan menggunakan baju loreng-loreng saja biar dapet gratisan,hahaha...
btw klo ada peraturan yang mengatur hal tersebut secara tertulis mau dong dicopyin,biar aku pelajarisampai sebatas apa aparatur memanfaatkan keleluasaan tersebut!!
seharusnya kan melindungi kita, tapi ok malah morotin kita si!!
0 Response to pake baju loreng ...kok gak bayar ongkos bus si??!!
Posting Komentar