pendidikan sebagai tingkat sosial!bagai mana dengan kualitas?
hari ini ke perpus,,besok juga, lusa juga dan seterusnya..
hari-hariku kini diwarnai dengan perjalanan antara perpus hanya untuk mencari bahan-bahan skripsi, aku mulai terbiasa dengan kehidupan perpus yang berputar dengan laptop buku ngetik dan skripsi,,saat ini yang aku pikirkan cuma satu : "aku harus bisa lulus tahun ini" meski setelah lulus aku belum tau apa yang mesti aku kerjakan di luar sana, tapi setidaknya aku sudah mengantongi ijasah S1 dan dapat membanggakan keluargaku.
suatu pemikiran yang mungkin dimiliki juga oleh teman-teman seperjuangan yang meniti tahapan untuk mendapatkan gelar S1 ini meski dengan cara apapun dapat ditempuh, realitanya sebuah kecurangan bukan lah hal yang tabu dil;akukan, namun aku mencoba berfikir positif dengan apa yang ada dihadapan.
klo semua dapat meraih S1 dengan mudah lalu teman-teman yang berjuang mti-matian menjalan kan tahapan skripsi dengan benar dan disetarakan dengan orang-orang yang mungkin tidak memiliki kredibilitas skripsi yang baik, bagaimana dengan kualitas universitas dan SDM indonesia yang semakin lama dibentuk menjadi tukang atau pesuruh bukan pemikir
mengulas sedikit tentang SMK, tanpa mengurangi rasa hormat orang-orang yang bersekolah disana. pemerintah cukup gencar mempromosikan SMK dan kemungkinan bila minat SDM indonesia tertuju, maka kita lihat 10 tahun lagi Indonesia adalah pemasok terbanyak pekerja industri dan bos-bosnya adalah orang luar bukan kah itu suatu ketidak adilan sedangkan SDAnya adalah milik Indonesia. pemudaq-pemudi Indonesia dibentuk sedemikian rupa menjadi "tukang" / bawahan / pekerja tampa pengimbangan menjadi seorang pemikir...
lalku setelah itu apa yang terjadi apakah jumlah TKI akan semakin banyak, atau buruh pabrik akan membeludak, anda dapat menilai, tapi yang pasti sebuah pembodohan berskala besar sedang dilakukan.
kembali pada skripsi..begitu pula dengan sistem universitas yang dilancarkan, bukankah kualitas itu lebih penting dari pada kuantitas, lalu kualitas teman2 yang tinggi apa bisa disamakan dengan yang rendah.
lalu bagaimana penanggulangannya, qanda dapat memikirkan bagaimana kita membentuk diri kita sebagai pemikir bukan pekerja, dan juga dapat membentuk diri kita sebagai pemikir yang memiliki kualitas baik..mental cukup sebagai bekal masa depan..
p.s. selamat berjuang kawan-kawan yang mengemban tugas menjalani skripsi tapi jangan lupa soal kualitas isi skrip-si kalian!!
hari-hariku kini diwarnai dengan perjalanan antara perpus hanya untuk mencari bahan-bahan skripsi, aku mulai terbiasa dengan kehidupan perpus yang berputar dengan laptop buku ngetik dan skripsi,,saat ini yang aku pikirkan cuma satu : "aku harus bisa lulus tahun ini" meski setelah lulus aku belum tau apa yang mesti aku kerjakan di luar sana, tapi setidaknya aku sudah mengantongi ijasah S1 dan dapat membanggakan keluargaku.
suatu pemikiran yang mungkin dimiliki juga oleh teman-teman seperjuangan yang meniti tahapan untuk mendapatkan gelar S1 ini meski dengan cara apapun dapat ditempuh, realitanya sebuah kecurangan bukan lah hal yang tabu dil;akukan, namun aku mencoba berfikir positif dengan apa yang ada dihadapan.
klo semua dapat meraih S1 dengan mudah lalu teman-teman yang berjuang mti-matian menjalan kan tahapan skripsi dengan benar dan disetarakan dengan orang-orang yang mungkin tidak memiliki kredibilitas skripsi yang baik, bagaimana dengan kualitas universitas dan SDM indonesia yang semakin lama dibentuk menjadi tukang atau pesuruh bukan pemikir
mengulas sedikit tentang SMK, tanpa mengurangi rasa hormat orang-orang yang bersekolah disana. pemerintah cukup gencar mempromosikan SMK dan kemungkinan bila minat SDM indonesia tertuju, maka kita lihat 10 tahun lagi Indonesia adalah pemasok terbanyak pekerja industri dan bos-bosnya adalah orang luar bukan kah itu suatu ketidak adilan sedangkan SDAnya adalah milik Indonesia. pemudaq-pemudi Indonesia dibentuk sedemikian rupa menjadi "tukang" / bawahan / pekerja tampa pengimbangan menjadi seorang pemikir...
lalku setelah itu apa yang terjadi apakah jumlah TKI akan semakin banyak, atau buruh pabrik akan membeludak, anda dapat menilai, tapi yang pasti sebuah pembodohan berskala besar sedang dilakukan.
kembali pada skripsi..begitu pula dengan sistem universitas yang dilancarkan, bukankah kualitas itu lebih penting dari pada kuantitas, lalu kualitas teman2 yang tinggi apa bisa disamakan dengan yang rendah.
lalu bagaimana penanggulangannya, qanda dapat memikirkan bagaimana kita membentuk diri kita sebagai pemikir bukan pekerja, dan juga dapat membentuk diri kita sebagai pemikir yang memiliki kualitas baik..mental cukup sebagai bekal masa depan..
p.s. selamat berjuang kawan-kawan yang mengemban tugas menjalani skripsi tapi jangan lupa soal kualitas isi skrip-si kalian!!
0 Response to pendidikan sebagai tingkat sosial!bagai mana dengan kualitas?
Posting Komentar