wanita indonesia dan culture


saya seorang wanita dan saya tau mengapa rasa mengalah selalu melekat didalam diri seorang wanita

keteguhan seorang wanita terhadap pria yang dipilihnya menjadi pasangan ketika ia yakin sekali , terkadang membuat wanita tersebut menjadi sasaran empuk perselingkuhan, karena sipaf yang menerima apa adanya, dan adanya apa..maka lelaki brengsekpun akhirnya dapat bersembunyi diketiak sambil mengelak perlakuaan bajingannya tersebut.

banyak contoh kasus wanita indonesia yang sudah jelas-jelas dikhianati tapi malah justru mempertahankan suami dengan alasan "mempertahankan rumah tangga", cultur juga sangat berpengaruh pada kasus diatas
memang dalam agama islam lelaki leader dalam rumah tangga, namun itu selama kebijakannya membawa angin segar dikeluarga, karena islam juga mengajarkan perlindungan yang sangat besar terhadap wanita,, jadi untuk lelaki yang menghianati keluarga, layak untuk ditindak lanjuti bukannya malah dipertahankan.

salah satu cultur kita yang besar pengaruhnya adalah, beban keluarga terletak dipunggung pria sehingga ruang gerak wanita untuk penghidupan sangat kecil, jdi ketika muncul penghianatan maka wanita akan tetap bergantung pada pria, kenapa wanita indonesia tidak dididik menjadi wanita-wanita mandiri?karena suatu saat itu akan bermanfaat

belum lagi banyak pria yang tidak dapat menempatkan dirinya sebagai suami ataupu leader yang bijaksana.maka sebuah nestapa muncul dihadapan ketika kita lengah dengan semua.

pacar dunia akhirat


pernah berkenalan dengan seorang pria yang nota bene kau anggap sebagai teman dekat sekaligus pacar dengan kata lain?

aku pun demikian, namun keseriusanku membina hubungan dengan seorang pria menjadikan aku semakin dewasa menghadapi mereka,meski memang perlua ada tumpahan urat untuk menyelesaikan masalah namun aku tidak pernah gentar....

berdasarkan pengalaman aku kini mampu melewati fase yang menyakitkan membingungkan namun sekaligus menyenangkan.

hubungan yang aku bina sekarang bersama anggara jati, seorang pria yang datang dalam kehidupanku secara tiba-tiba namun membawa ku kekisah babak baru hidup yang begitu indah semoga untuk selamanya, karena pengalaman juga aku mulai bisa memahami keinginan angga dan karena pengalaman juga aku mulai dapat menanggulangi masalah yang timbul diantara kita,




sebenarnya semua pria tidak terlalu banyak berbeda hanya bagaimana kita dapat menjadikan mereka sebagai kekasih, sahabat, sekaligus kakak bagi kita...

kunci utama adalah bagai mana kita dapat menempatkan diri sebagai mana dan terus membimbing pria kita menjadi seorang pria yang dapat menempatkan dirinya sebagai pria

kembali pada anggara jatiku...pria kelahiran 82 ini memilik magnet yang membuat aku terkesima saat mengenalnya..dia seorang yang berprinsip thas the man!! pemikiran yang maju juga melindungi seorang wanita

tidak dipungkiri seorang wanita menginginkan pria yang dapat melindunginya, pemberani juga berprinsip, namun kebanyakan wanita yang silau dengan harta hanya memilih materi sedangkan prinsip ke pria-annya akan hilang dimakan waktu.

dan untungnya berdasarkan pengalaman juga aku bertemu seorang angga yang memang diberikan padaku dengan kesempurnaan dari pacar-pacarku yang terdahulu ,sepertinya tuhan telah membuat rencana dibalik kepatah hatian ku saat ditinggal kekasihku terdahulu, ternyata Tuhan sayang padaku dan mempersiapkan pria komplit ini....

selain baik, pengertian "cwo banget", bertanggung jawab, dia pun ternyata mudah diterima dikeluarga ku, padahal keluargaku yang terkenal stik terhadap orang luar yang akan menjadi calon bagi anggota keluarganya dapat diluluhkannya....senang hohoho karena yang terpenting adalah keluargaku dapat menerima dia apa adanya.

kami memiliki impian dan semoga terwujud, salah satunya rumah, nikah, anak, dan bahagia

semoga ini bukanlah didunia saja dan menjadi kisah yang indah hingga akhirat nanti

perbedaan anatara Reporter dan jurnalis (beni)


kelas PKL malam itu cukup dipadati mahasiswa, ternyata dosen regurel kami (pak indiwan) membawa rekan kerjanya di kantor ANTARA

kami berkenalan lah dengan pak beni, stigma yang muncul saat awal perjumpaan cukup mengesankan, dia seperti membawa kami pada ruang sidang yang dipenuhi dengan ketakutan, semakin ia banyak mengeluarkan kata semakin kita tau bahwa isi dalam otaknya tersebut memiliki kualitas yang baik.

dengan perawakan kecil dan cincin emas melingkar dijari manis tangan kanannya dia memberikan ulasan sejenak tentang bagai mana to answer the question, bagaimana dia mengutarakan ketidak sukaannya terhadap orang yang tidak bisa menjawab pertanyaang, yang saya tangkap dari pembicaraannya dia mengutarakan bahwa setiap pertanyaan pasti ada jawabannya, dan itu memang saya akui.

pa indiwan hanya tersenyum kecil dibelakang sambil meminum softdrink yang ia bawa, sambil melihat murid-muridnya diserang dengan pertanyaan-pertanyaan tajam dari pak beni, sampai pada obrolan "apa perbedaan reporter dengan jurnalis?"

answer is "mereka adalah warttawan tapi berbeda kapasitasnya, reporter hanya melaporkan kejadian, sedangkan jurnalis mengolah menggali data yang ia dapatkan, " dan pak beni bilaqng "jangan pernah bangga menjadi reporter karena kalian bukan jurnalis" kata2 tersebut membuat saya terpaku dan semakin yakin bahwa profesi jurnalis bukan lah profesi sembarangan.

pa indiwan menambahkan "kita sebagai jurnalis kampus harus memberikan perbedaan dari jurnalis yang tidak mengenyam dunia akademik, etika juga aturan penulisan menjadi sebuah tuntutan sebagai control msyarakat"

2 orang ini telah membuktikan bahwa strata seorang wartawan akan lebih tinggi dibanding dengan yang lain bila kita mampu mengisi otak kita dengan wawasan dan berfikir cepat tepat dan akurat.jadi wartawan tidak dianggap sebagai alat industri (reporter bila sudah tua dan penampilan tidak seelok dulu lagi maka akan di buang) lain halnya dengan jurnalis sejati yang memiliki wawasan yang luas.

pendidikan sebagai tingkat sosial!bagai mana dengan kualitas?


hari ini ke perpus,,besok juga, lusa juga dan seterusnya..

hari-hariku kini diwarnai dengan perjalanan antara perpus hanya untuk mencari bahan-bahan skripsi, aku mulai terbiasa dengan kehidupan perpus yang berputar dengan laptop buku ngetik dan skripsi,,saat ini yang aku pikirkan cuma satu : "aku harus bisa lulus tahun ini" meski setelah lulus aku belum tau apa yang mesti aku kerjakan di luar sana, tapi setidaknya aku sudah mengantongi ijasah S1  dan dapat membanggakan keluargaku.

suatu pemikiran yang mungkin dimiliki juga oleh teman-teman seperjuangan yang meniti tahapan untuk mendapatkan gelar S1 ini meski dengan cara apapun dapat ditempuh, realitanya sebuah kecurangan bukan lah hal yang tabu dil;akukan, namun aku mencoba berfikir positif dengan apa yang ada dihadapan.

klo semua dapat meraih S1 dengan mudah lalu teman-teman yang berjuang mti-matian menjalan kan tahapan skripsi dengan benar dan disetarakan dengan orang-orang yang mungkin tidak memiliki kredibilitas skripsi yang baik, bagaimana dengan kualitas universitas dan SDM indonesia yang semakin lama dibentuk menjadi tukang atau pesuruh bukan pemikir

mengulas sedikit tentang SMK, tanpa mengurangi rasa hormat orang-orang yang bersekolah disana. pemerintah cukup gencar mempromosikan SMK dan kemungkinan bila minat SDM indonesia tertuju, maka kita lihat 10 tahun lagi Indonesia adalah pemasok terbanyak pekerja industri dan bos-bosnya adalah orang luar bukan kah itu suatu ketidak adilan sedangkan SDAnya adalah milik Indonesia. pemudaq-pemudi Indonesia dibentuk sedemikian rupa menjadi "tukang" / bawahan / pekerja tampa pengimbangan menjadi seorang pemikir...

lalku setelah itu apa yang terjadi apakah jumlah TKI akan semakin banyak, atau buruh pabrik akan membeludak, anda dapat menilai, tapi yang pasti sebuah pembodohan berskala besar sedang dilakukan.

kembali pada skripsi..begitu pula dengan sistem universitas yang dilancarkan, bukankah kualitas itu lebih penting dari pada kuantitas, lalu kualitas teman2 yang tinggi apa bisa disamakan dengan yang rendah.

lalu bagaimana penanggulangannya, qanda dapat memikirkan bagaimana kita membentuk diri kita sebagai pemikir bukan pekerja, dan juga dapat membentuk diri kita sebagai pemikir yang memiliki kualitas baik..mental cukup sebagai bekal masa depan..

p.s. selamat berjuang kawan-kawan yang mengemban tugas menjalani skripsi tapi jangan lupa soal kualitas isi skrip-si kalian!!

My Gorgeus


riset hati


rumah dari lautan asmaraku adalah luapan rindu, semakin aku berusaha melupakannya semakin ku melekatkan diri dalam benak bahwa ia satu-satunya kucintai, ketika harus memanggil cinta dengan sebutan benci suatu kemunafikan yang kunampakan hingga detik ini, buah dari semuanya adalah rindu dan cinta yang kualami.

teori Atribusi


Atribusi:proses menyimpulkan motif,maksud,karakteristik orang lain dengan melihat plilaku yang tampak

Teori atribusi:berusaha menjawab mengapa seseorang melakukan tindakan tertentu,penyebabnya bisa karena faktor internal dan eksternal

Internal:karena pribadinya tau dan mengerti dan paham produk yang dibeli

Eksternal:suruhan orang lain,ajakan teman,suruhan bos,mlm

Poin penting bagi teori ini adalah,pemasar atau production harus mencoba untuk meyakinkan konsumen setelah terjadinya pembeli

ironi,macet gak jelas di ps rebo


Senin malam saat aku akan mengantar adeku ke travel karena dia harus segera kembali kebandung dan kuliah,saat itu pula aku mengalami situasi yg menurutku ironi, pintukeluar tol cijantung cililitan di ruas tol TB simatupang mengalami kemacetan,

Aku bertanya-tanya ada apa ini? Karena tidak biasanya kemacetan melanda tol yg biasa aku sebut tol belakang ini..dan situasi ini harus aku lewati saat akan pulang setelah mengantar adeku dari travel di fatmawati,

Yang terlihat hanya sejajaran mobil dengan lampu merah belakang yg menyilaukan,dan segerombolan orang yg harus turun dari angkutan dan berjalan diruas tol karena kemacetan mulai membuat bosan,

Tak lama kemudian disela2 mobil ada penjual akua keliling,kalau sudah ada pedagang seperti ini berarti kemacetan ini sudah cukup lama terjadi,

Ku coba bertanya pda pedagang yg sedang menjajakan barang dagangannya "bang ini macet apaan?","lampu merah neng,udah dari magrib,gak ada polisi lagi","oh ya?!,makasih ya bang.."

Aku tertegun dan terheran heran seolah suatu keironian dalam pikiran merajalela,letak kantor polisi pasar rebo yg tepat 200 meter dari lampu merah samping pabrik susu bawah fly over apa hanya sebatas pajangan atau apa??! Keheranan semakin membuatku merasa ironi saat mengetahui kalau hari ini hari senin dimana awal minggu dan banyak yang beraktivitas,lalu pertanyaannya kemana polisi polisi lalu linta itu yg dalam iklannya melayani masyarakat meski kita tau dijalanan sering terjadi pemerasan secara halus!!

Kemana pria pria berseragam lengkap dengan perut perut membuncit itu??!!

Oh tidah pasar rebo dilanda kemacetan yang luar biasa dan aku salah satu korban kemacetan pasar rebo senin malam ini!!