semalam distudio tv swadarma
saat itu hujan turun lebat ku kokohkan hati ini untuk edit film pertamaku diswadarma bersama editorku nelli triana,,kami tiba pukul 4 sore dan saat itu memang swadarma sepi hanya terlihat beberapa orang disana...
kufikir hanya sampai jam 7 atau jam 8 malam edit film akan usai, tak disangka waktu ini terus jalan hingga janjiku bertemu salah satu client sirkus perkusi pun hampir batal klo saja soni EO untuk event yang akan diisi oleh sirkus perkusi tidak datang ke swadarma untuk bertemu denganku mungkin tidak akan pernah terjadi obrolan bisnis..untungnya ia mau berbaik hati, rasa tidak enak menyelimuti saat itu pukul 12 malam telah berlalu, seusai ku bertemu dengan soni distudio
aku dan nelli pun merasa sangat lapar dan kami putuskan untuk makan pecel ayam diwarung samping, perkiraan price budget kami hanya 8000 untuk pecel ayam 2 yang satu untuk pa eko yang membantu pengeditan film kami dan satu lagi untuk makan kami berdua...aku dan nelli
cukup menyedihkan keadaan uang kami saat itu hingga akhirnya diketahui bahwa harga pecel ayam 10000,,mata kami terbelalak dengan inisiatipku ku coba bilang pada tukang pecel ayamnya minta agar nasinya dibanyakin yang satu...tragis dan sangat ironi kejadian diwarung pecel lel itu, bayangkan aku yang nota bene disebut2 mirip dengan manohara makan pecel ayam dengan minta korting nasinya banyakin karena memang sudah panggilan perut keroncong apa boleh buat
sesampainya kami diswadarma, kami menyantap satu bungkus pecel ayam berdua sambil melirik2 ke pecel ayam satu lagi takut klo2 mas eko tidak mau memakannya...
waktu kembali berlalu, dan saat-saat finising tidak pernah kami songsong..yang ada hanya pengulangan pengaulangan karena banyak kendala pada PC komputernya...
kami berduapun bergantian tidur di lab TV sambil menemani mas eko yang meng edit fiml kami, tanpa disangka jam menunjukan pukul 5 pagi sampai pada saat titik bosan namun film kami belum juga finis...
pukul 7 pagi baru semua kelar dan kami bisa menghirup udara bebas diluar walau mata sepet badan kedinginan (karena AC swadarma yang sangat menusuk) juga perut yang masih keroncongan...kami pun memutuskan untuk pulang dengan motor mioku..dan rasa sengsara tidak henti sampai disitu...
hujan oh hujan turun membasahi joglo dan sekitar, banyangkan aku yang repot membawa laptop dengan kantuk lapar dan kedinginan yang menusuk terpaksa harus menjalankan mio ... bila sampai rumah aku dimarahi tambah-tambah aja penderitaan saat itu, untungnya nelli ikut aku kerumah, jadi semua bisa diatasi
sampai dirumah kami berdua langsung menutup mata dan tertidur pulas hingga jam 2 siang,, benar benar hari yang melelahkan!!
kufikir hanya sampai jam 7 atau jam 8 malam edit film akan usai, tak disangka waktu ini terus jalan hingga janjiku bertemu salah satu client sirkus perkusi pun hampir batal klo saja soni EO untuk event yang akan diisi oleh sirkus perkusi tidak datang ke swadarma untuk bertemu denganku mungkin tidak akan pernah terjadi obrolan bisnis..untungnya ia mau berbaik hati, rasa tidak enak menyelimuti saat itu pukul 12 malam telah berlalu, seusai ku bertemu dengan soni distudio
aku dan nelli pun merasa sangat lapar dan kami putuskan untuk makan pecel ayam diwarung samping, perkiraan price budget kami hanya 8000 untuk pecel ayam 2 yang satu untuk pa eko yang membantu pengeditan film kami dan satu lagi untuk makan kami berdua...aku dan nelli
cukup menyedihkan keadaan uang kami saat itu hingga akhirnya diketahui bahwa harga pecel ayam 10000,,mata kami terbelalak dengan inisiatipku ku coba bilang pada tukang pecel ayamnya minta agar nasinya dibanyakin yang satu...tragis dan sangat ironi kejadian diwarung pecel lel itu, bayangkan aku yang nota bene disebut2 mirip dengan manohara makan pecel ayam dengan minta korting nasinya banyakin karena memang sudah panggilan perut keroncong apa boleh buat
sesampainya kami diswadarma, kami menyantap satu bungkus pecel ayam berdua sambil melirik2 ke pecel ayam satu lagi takut klo2 mas eko tidak mau memakannya...
waktu kembali berlalu, dan saat-saat finising tidak pernah kami songsong..yang ada hanya pengulangan pengaulangan karena banyak kendala pada PC komputernya...
kami berduapun bergantian tidur di lab TV sambil menemani mas eko yang meng edit fiml kami, tanpa disangka jam menunjukan pukul 5 pagi sampai pada saat titik bosan namun film kami belum juga finis...
pukul 7 pagi baru semua kelar dan kami bisa menghirup udara bebas diluar walau mata sepet badan kedinginan (karena AC swadarma yang sangat menusuk) juga perut yang masih keroncongan...kami pun memutuskan untuk pulang dengan motor mioku..dan rasa sengsara tidak henti sampai disitu...
hujan oh hujan turun membasahi joglo dan sekitar, banyangkan aku yang repot membawa laptop dengan kantuk lapar dan kedinginan yang menusuk terpaksa harus menjalankan mio ... bila sampai rumah aku dimarahi tambah-tambah aja penderitaan saat itu, untungnya nelli ikut aku kerumah, jadi semua bisa diatasi
sampai dirumah kami berdua langsung menutup mata dan tertidur pulas hingga jam 2 siang,, benar benar hari yang melelahkan!!
0 Response to semalam distudio tv swadarma
Posting Komentar