Menjadi sesuatu dari sesuatu yang salah


menjadi sesuatu dari sesuatu yang salah, berdiri dibalik seorang pria dan dibangga-banggakan dengan pepatah kuno "dibalik kesuksesan seorang pria ada seorang wanita dibelakangnya"

untuk apa menjadi sesuatu dari sesuatu bukannya berdiri diantara kedia kaki sendiri melainkan mengekor pada kesuksesan seorang pria

sampai kapan wanita bangga ditipi seperti ini, padahal belum tentu pria yang "sukses" itu memperlakukan sang wanita dengan terhormat, dan belum tentu juga "sukses" yang digapainya itu menggunakan cara yang benar!!

sebuah penolakan  yang ku kibarkan, namun sampai hari ini aku masih terpenjara dengan sebuah birokrasi aneh yang dibuat orang terdahuluku, masih merasa senang terus berada di bawah perintah pria yang mungkin perintahnya sulit untuk dipertanggung jawabkan.

tapi aku sangat yakin, bila pria tsb mampu membuat dirinya terhormat dan bijaksana, maka penolakanku tersebut akan hilang dengan sendirinya, karena darahku yang telah menyatu dengan agama dan kultur yg mengharuskan aku menjadi seorang wanita yang taat, hanya saja yang menggangguku pria-pria tidak mampu menempatkan diri sebagai seorang pria

tuhan pertemukanlah sifat itu pada dirinya, jangan biarkan ia terus menyakiti dan menjadikanku sesuatu dari sesuatu yang salah

catatan seorang wanita


ketika cinta harus berbicara dalam benak seorang wanita tiada lagi logika yg terpampang, meski ditempuh harus selalu jalan berliku dan kerikil, tapi wanita tanpa berhenti berusaha melewati meski tau itu menyakitikan baginya

catatan seorang wanita yang menggambarkan pengorbanan kesetiaan meski harus mati rasa menghadapi penghianatan dan dosa, sebuah perjalanan hidup yg teramat ironi. banyak pria diluar sana menyalahkan genre wanita, menuntut keindahan dan kepuasan tanpa memperhitungkan kemampuan dan timbal balik yg diberikan, tuntutan menjadi alasan kuat wanita harus berjuang dan bertahan.

berkali-kali harus jatuh dilubang yang sama dengan kadar cinta yang lebih hingga mata hati tertutup untuk kesalahan pria yang menghakiminya, menjadi satu bagian hidup harus terus sabar dan mengenyampingkan keinginannya sendiri, hanya demi sebuah cinta dan kesalahan yang terus diulang hingga harus menutup mata.

sebuah kisah wanita yang disalahkan oleh keadaan dan harus memilih antara sakit dan penghianatan, kini menjadi suatu yg lumrah seorang wanita harus mengalah, lalu sampai kapan?dan sampai kapan pula laki-laki tidak dapat menempatkan dirinya sebagai seorang pria yg sejatinya mengayomi dan melindungi wanitadan bukan untuk menyakitinya.